content top

Tips Memilih hewan Qurban

Pertama
Kambing harus jantan.

Kedua
Usia kambing harus memasuki umur dewasa yaitu kurang lebih sudah berumur 10-15 bulan atau dengan catatan sudah layak untuk disembelih.

Ketiga
Hewan qurban tidak boleh ada cacat pada badan terutama bagian mata.

Keempat
Hewan qurban tidak boleh menderita penyakit apalagi penyakit berbahaya seperti antrak dan lain-lain.

Kelima
Bulu kambing juga harus yang bersih jangan jangan kotor karena biasanya banyak kutu-kutu kambing yang tidak mustahil mengandung penyakit berbahaya.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Read More

bahaya onyx – dengan tingkat radiasi tertinggi

​Resmi diumumkan bahwa Blackberry Bold 9700 (Onyx) adalah ponsel dengan radiasi tertinggi ϑï dunia.

Riset dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG), dikutip oleh DetikInetnews.

URL: http://www.detikinet.com/read/2010/02/22/145326/1304394/317/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi

Berhati-hatilah para pengguna Bold 9700 (Onyx) karena radiasinya bisa menyebabkan RADANG OTAK.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Read More

infeksi laktosa

prooottt… suara kentut fathan membuat kami tertawa, kami pikir ini normal dan wajar layaknya kita yang sudah dewasa, ups.. ternyata kami salah, kentut aka buang angin dengan intensitas tinggi terutama setelah fathan mengkonsumsi susu yang berbahan dasar dari susu sapi ini menjadi gejala awal terjadinya infeksi lactosa.

Gejala umum lain dari infeksi lactosa adalah diare yang sangat encer, sakit pada bagian perut bayi. Gejala ini berlangsung selama 30-60 menit setelah bayi mengkonsumsi susu sapi atau susu formula yang berbahan dasar susu sapi seperti yang kami sebut diatas tadi.

Bila anda menduga bayi anda mengalami infeksi lactosa, seperti halnya kami segera berkonsultasi pada dokter anak atau ahli kesehatan karena gejala infeksi lactosa seperti diare, sakit perut, dan muntah juga dapat merupakan gejala penyakit lain. Dengan berkonsultasi dengan ahlinya, kita dapat mengetahui penyakit yang diderita bayi dengan jelas.

Penjelasan dokter cukup buat kami untuk segera bertindak – tentunya sesuai arahan dokter – mengganti sementara waktu susu “free lactosa” dan tentunya mengkonsumsi obat yang diberi oleh dokter.

Untuk lengkapnya tentang infeksi lactosa, silahkan akses ini. Semoga ini membantu!

Read More

Stimulasi Penting di Masa Emas Anak

ISTILAH golden age (masa emas), atau fase tumbuh kembang otak anak digunakan untuk menggambarkan betapa pentingnya masa tersebut. Pada masa emas, otak mengalami tumbuh kembang paling cepat dan paling kritis. Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan stimulus motorik dan psikis untuk perkembangan pun harus dipenuhi. Jika tidak, tumbuh kembang otak anak tidak akan optimal.

Masa emas tumbuh kembang otak terbagi menjadi dua, yaitu fase dalam kandungan, sejak mulainya konsepsi sampai kelahiran, fase usia 0 sampai 2-3 tahun. Agar tumbuh kembang otak anak dapat optimal, ada dua hal penting yang dapat dilakukan. Yaitu, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan, stimulus, baik stimulus motorik maupun psikis. Untuk itu, diperlukan pola asuh yang tepat untuk membentuk pola pikir, emosi, dan kepribadian anak.

Hanya saja dengan perkembangan zaman seperti saat ini, orangtua tidak lagi memiliki banyak waktu untuk mendidik anak. Karenanya, banyak orangtua yang merasa khawatir tidak bisa “membesarkan” anak secara optimal, sehingga mereka tidak dapat mengembangkan potensi anak-anak sepenuhnya.

Berlatarbelakang kondisi itu, susu pertumbuhan Frisian Flag 123/456 menyadari bahwa orangtua perlu mendapatkan informasi terkini dalam menerapkan pengasuhan terhadap anak-anak agar potensi mereka dapat berkembang optimal.

“Berbicara mengenai peran orangtua, memang multifungsi, tidak ada sekolah atau universitas untuk orangtua. Karena itu, sebaiknya orangtua harus sadar bahwa mereka harus proaktif, kritis menggali kemampuan. Smart Parents itu Smart Kids, semakin cerdas orangtua maka semakin bisa mempraktikkan kepada anaknya. Orangtua yang cerdas, anak juga cerdas,” tutur Niken Mahastuti, Brand Manager Frisian Flag 123/456 saat seminar “Orangtua Gali Potensi Anak pada Golden Age” di UpperRoom, Annex Building, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/2010).

Sebagai mitra orangtua dalam pengasuhan anak balita, Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123/456 secara konsisten kembali mengadakan Smart Parents Conference (SPC) yang merupakan wadah bagi orangtua mendapatkan bekal pengetahuan pengasuhan anak terkini untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

Dengan mengusung tema “Gali Potensinya untuk Masa Depan Golden Years” yang optimal diadakan di tiga kota, yaitu Yogyakarta yang telah berlangsung pada 17-18 Juli di Jogya Expo dan diikuti sekitar 800 peserta, serta akan berlangsung di Surabaya pada 24-25 JUli di Hotel Bumi Surabaya, dan berakhir di Jakarta pada 31 Juli-1 Agustus 2010 di Balai Sidang Convention Center yang menghadirkan 12 ahli di bidang berbeda.

“Dengan respons dan masukan yang luar biasa dari konsumen, tahun ini bisa menyelenggarakan SPC di tiga kota, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah interaksi antara orangtua dengan berbagai pakar di bidang nutrisi, edukasi, psikologi, dan kesehatan anak sehingga orangtua dapat memperkaya pengetahuan secara terus menerus karena SPC memang berfokus khusus pada orangtua yang ingin mencerdaskan balita mereka,” papar Niken.

Salah satu stimulasi yang bisa diberikan orangtua terhadap buah hatinya adalah, memberi contoh perilaku yang baik, mendampingi anak saat menonton televisi, memberi bacaan mendidik, hingga pelajaran seks sejak dini.

Sani B Hermawan Psi, psikolog anak yang membawa materi tentang “Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Anak Soal Seks” mengatakan, “Zaman sekarang anak-anak mudah sekali terekspos dengan informasi terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih akan banyak rentetan pertanyaan yang diajukan anak yang akan membuat orangtua terkejut dan tidak siap untuk menjawabnya. Misal dalam menjawab pertanyaan mengenai seks. Oleh sebab itu, orangtua harus belajar menjawab pertanyaan sesuai usia dan pemahaman anak.”

Lantas, kapan orangtua bisa memberikan stimulasi kepada buah hatinya? Menurut Dr Tria Rosemiarti, FFI Nutritional Manager, stimulasi yang tepat di masa emas anak akan lebih optimal jika dilengkapi dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.

“Fase pertumbuhan anak dimulai sejak 28 hari pertama (masa pertumbuhan otak). Struktur otak dan fungsinya secara permanen dipengaruhi oleh asupan gizi sejak awal, jijka kekurangan nutrisi pada masa Golden Period, maka akan terjadi dampak negatif yang permanen pada perkembangan kecerdasan anak,” jelasnya.

Senada dengan Dr Tria Bobby Hartanto Mpsi, Brain Based Stimulation mengungkapkan, orangtua memiliki andil yang sangat besar untuk membantu mengoptimalkan masa emas anak.

“Golden years pada anak-anak merupakan masa yang penting untuk perkembangan otak. Tentunya agar otak berkembang dan mampu mengolah informasi secara optimal, orangtua harus memahami cara anak belajar, menyerap, dan mengolah informasi agar dapat memberikan stimulasi yang tepat,” imbuhnya.

Stimulasi pada anak, akan menciptakan anak yang cerdas, tumbuh kembang dengan optimal, mandiri, serta memiliki emosi yang stabil, dan mudah beradaptasi. Dan, salah satu langkah untuk memberikan stimulasi pada anak ialah, gerakan.

“Dengan prinsip utama ‘Gerakan sebagai pintu gerbang belajar’, Brain Gym menghadirkan gerakan-gerakan terintegrasi yang sederhana dan menyenangkan yang bertujuan untuk mengoptimalisasi perkembangan otak, sehingga potensi yang ada dapat ditarik keluar, khususnya di usia emas balita. Kondisi otak yang optimal membuat proses belajar lebih mudah dan menghilangkan hambatan belajar,” tandas Instruktur Brain Gym berlisensi internasional Ike R Sugianto Psi.

sumber : MSN ID

Read More

101 Seluk Beluk Muntah

Jika si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit?

JIKA si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit? Simak penjelasan dr. Rahmadi Lam, SpA dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta mengenai seluk beluk muntah.

Dua penyebab
Rupanya, ada dua kategori besar penyebab muntah. Pertama, muntah organik. Kedua, muntah non-organik. “Muntah organik disebabkan karena adanya suatu kelainan pada sistem organ tubuh. Sedangkan muntah yang bersifat non-organik tanpa adanya kelainan di organ tubuh, contohnya karena kekenyangan atau psikogenik (psikologi),” ujar Dokter ramah ini.

Nah, muntah pada bayi dapat diindikasikan karena adanya suatu penyakit di dalam tubuh bayi. “Hampir sebagian besar kasus muntah yang datang ke poliklinik rawat jalan adalah muntah organik atau adanya sebuah penyakit. Hanya sebagian kecil muntah yang non-organik,” tambah dr. Rahmadi.

Kenali bentuk, warna dan isi muntah
“Dalam literatur, muntah juga dapat dilihat dari sifat muntah tersebut yaitu muntah yang proyektil (menyemprot) atau non-proyektil (tidak menyemprot). Dan ada juga literatur yang melihat muntah berdasarkan karakteristik warna isi muntah, apakah berwarna hijau (bilus) atau tidak (non-bilus),” jelas dr. Rahmadi, SpA.

Nah, ternyata isi muntah yang telah keluar serta sifat muntah yang menyemprot atau tidak, dapat menggambarkan sebagian besar penyebab dari penyakit yang diderita. Berikut beberapa warna muntah dengan indikasinya:

Warna merah kehitaman. Bisa diduga muntah berasal dari lambung yang mengalami iritasi dan mengeluarkan darah. Darah yang bercampur dengan asam lambung akan membuat warna menjadi merah kehitaman.

Warna merah segar. Mengindikasikan adanya luka pada daerah lambung ke atas misalnya esofagus, mulut atau hidung.

Warna hijau. Mengindikasikan adanya kegawatdaruratan medik. Jika muntah berwarna hijau terjadi, Moms harus segera membawa bayinya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Itu adalah suatu tanda bahwa muntah tersebut diakibatkan oleh adanya obstruksi (penyumbatan) di saluran pencernaan. Tentu hal ini harus jadi perhatian. “Segeralah membawa bayi ke rumah sakit atau ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan seksama,” tegas dr. Rahmadi.

Muntah akibat kekenyangan
Bayi muntah karena kekenyangan makanan atau susu bisa saja terjadi. Pasalnya, lambung bayi itu kecil. Nah, kini Moms tak perlu bingung membedakan muntah akibat kekenyangan atau karena suatu penyakit.

“Muntah karena kekenyangan umumnya terjadi pada bayi yang awalnya memang sehat, baru terjadi muntah setelah minum susu secara berlebihan serta sifatnya tidak menyemprot dan tidak berwarna hijau. Sedangkan muntah yang disebabkan oleh penyakit didasari oleh adanya penyakit pada bayi, sebagai contoh adanya demam, batuk, diare, perut kembung serta bayinya rewel,” jelas dr. Rahmadi.

Namun demikian, bila Moms merasa tidak yakin, hendaknya semua muntah harus diwaspadai dan dicurigai sebagai muntah yang didasari oleh adanya penyakit. “Karena hampir sebagian muntah terjadi karena adanya kelainan organik, maka kita semua harus mencurigai itu sampai dibuktikan melalui pemeriksaan oleh dokter,” papar dr. Rahmadi lagi.

Dampak muntah
Muntah dapat terjadi pada siapa pun. Namun jika terjadi cukup sering pada bayi, bisa menyebabkan kehilangan cairan, elektrolit dan nutrient yang cukup signifikan yang pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi dan terganggunya pertumbuhan si kecil.

Tip cegah bayi muntah
Tidak memberikan susu pada bayi ketika ia menangis. Tenangkan dulu si kecil agar tidak tersedak dan muntah.Ketika minum ASI hendaknya Moms melakukannya dalam suasana yang nyaman dan tenang.

Selesai makan atau minum susu, bayi harus dibantu bersendawa. Caranya, topang tubuh bayi dengan tangan kiri Moms berada di kepalanya dan tangan kanan di punggung bayi. Lalu sandarkan tegak di pundak atau dada Moms. Kemudian lakukan tepukan ringan pada punggung bayi selama lima sampai sepuluh menit hingga bayi bersendawa.

Jangan mengayun-ayun bayi setelah ia makan atau minum susu.

Saat bayi muntah, Moms harus…
Bila bayi sedang dalam posisi berbaring, segera secepat mungkin mengangkat bayi dan letakkan pada pundak kemudian lakukan usapan atau tepukan ringan pada punggung bayi. Cara ini membantu untuk menghindari risiko bayi tersedak oleh susu yang keluar melalui mulut.

Cara sederhana lainnya adalah dengan memiringkan tubuh bayi ke samping kiri atau kanan sambil mengusap-usap punggung bayi sampai muntah berhenti.

Segera bersihkan sisa muntah di mulut si kecil dengan lap basah atau kering.

Read More

Siapkan 40 Bungkus Mi Instan!

Itu sekadar guyonan yang sering dibisikkan ke (calon) ayah baru.

“Siapkan 40 bungkus mi siap saji. Lalu makanlah sebungkus setiap hari. Begitu persediaan mi habis, artinya si suami sudah boleh melakukan hubungan intim lagi dengan istrinya yang baru melahirkan.”

Mengapa 40 hari?
Sewaktu hamil, rahim membesar. Setelah bayi lahir, otomatis rahim mengecil. “Nah, setelah proses kelahiran itu pembuluh darah belum menutup sempurna. Kalau melakukan hubungan intim, takutnya infeksi bisa masuk lewat pembuluh darah tadi,” terang dr. Boy Abidin, Sp.OG.

Setelah 40 hari pasca-kelahiran, organ reproduksi dianggap sudah pulih seperti sediakala. Ranjang pun boleh digoyang lagi.

Hati-hati Suami yang “Jajan”
Bagi sebagian suami, kehamilan istrinya sering menjadi persoalan dalam pemenuhan kebutuhan biologis. Banyak calon ayah yang mampu menahan diri dengan pelepasan hasrat seksual tanpa bersetubuh, baik dilakukan sendiri maupun dengan bantuan istri. Namun banyak pula suami yang berpaling ke wanita lain, entah pekerja seks komersial (PSK) atau wanita idaman lain (WIL). Ada beberapa alasan mengapa suami memilih cara terakhir ini.

Pertama, istri menolak berhubungan intim sebab baginya kehamilan adalah sebuah beban. Apalagi disertai dengan beberapa komplikasi seperti muntah yang berat, kelelahan hebat, dan meningkatnya tekanan darah. Atau, kelelahan terasa meningkat selama tiga bulan terakhir masa kehamilan, yang berakibat dorongan seksual dan reaksi seksual menurun.

Kedua, di mata suami, perubahan bentuk tubuh sang istri yang terjadi selama kehamilan mengurangi daya tarik fisiknya. Ketiga, timbulnya perasaan takut mengganggu kesehatan istri yang sedang hamil dan bayi di dalam rahim. Apapun alasannya, yang jadi masalah adalah jika sang suami membawa penyakit menular seksual (PMS).

Jika istri tertular PMS, mau tidak mau istri harus segera diobati. “Kalau kehamilan masih muda, kan berisiko. Untuk pengobatannya pun dipilih obat yang aman bagi bayi. Biasanya, kita pilih obat yang masuk melalui vagina. Kalau lewat oral ‘kan sistemik, menyebar ke seluruh tubuh, sedangkan vaginal sifatnya lokal,” ujar dr. Boy. Tapi suami tetap harus diobati juga.

sumber : Kompas

Read More
content top