<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aulya</title>
	<atom:link href="http://aulya.fadla.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aulya.fadla.or.id</link>
	<description>fadla.or.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Nov 2010 13:34:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Memilih hewan Qurban</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/tips-memilih-hewan-qurban/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/tips-memilih-hewan-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 13:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blackbox</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/2010/11/tips-memilih-hewan-qurban/</guid>
		<description><![CDATA[Pertama Kambing harus jantan. Kedua Usia kambing harus memasuki umur dewasa yaitu kurang lebih sudah berumur 10-15 bulan atau dengan catatan sudah layak untuk disembelih. Ketiga Hewan qurban tidak boleh ada cacat pada badan terutama bagian mata. Keempat Hewan qurban tidak boleh menderita penyakit apalagi penyakit berbahaya seperti antrak dan lain-lain. Kelima Bulu kambing juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pertama</b><br />
Kambing harus jantan.</p>
<p><b>Kedua</b><br />
Usia kambing harus memasuki umur dewasa yaitu kurang lebih sudah berumur 10-15 bulan atau dengan catatan sudah layak untuk disembelih.</p>
<p><b>Ketiga</b><br />
Hewan qurban tidak boleh ada cacat pada badan terutama bagian mata.</p>
<p><b>Keempat</b><br />
Hewan qurban tidak boleh menderita penyakit apalagi penyakit berbahaya seperti antrak dan lain-lain.</p>
<p><b>Kelima</b><br />
Bulu kambing juga harus yang bersih jangan jangan kotor karena biasanya banyak kutu-kutu kambing yang tidak mustahil mengandung penyakit berbahaya.
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/tips-memilih-hewan-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>309</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bahaya onyx &#8211; dengan tingkat radiasi tertinggi</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/bahaya-onyx-dengan-tingkat-radiasi-tertinggi/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/bahaya-onyx-dengan-tingkat-radiasi-tertinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 12:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blackbox</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[onyx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/2010/11/bahaya-onyx-dengan-tingkat-radiasi-tertinggi/</guid>
		<description><![CDATA[​Resmi diumumkan bahwa Blackberry Bold 9700 (Onyx) adalah ponsel dengan radiasi tertinggi ϑï dunia. Riset dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG), dikutip oleh DetikInetnews. URL: http://www.detikinet.com/read/2010/02/22/145326/1304394/317/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi Berhati-hatilah para pengguna Bold 9700 (Onyx) karena radiasinya bisa menyebabkan RADANG OTAK. Posted with WordPress for BlackBerry.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>​Resmi diumumkan bahwa Blackberry Bold 9700 (Onyx) adalah ponsel dengan radiasi tertinggi ϑï dunia.</p>
<p>Riset dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG), dikutip oleh DetikInetnews.</p>
<p>URL: http://www.detikinet.com/read/2010/02/22/145326/1304394/317/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi</p>
<p>Berhati-hatilah para pengguna Bold 9700 (Onyx) karena radiasinya bisa menyebabkan RADANG OTAK.
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/11/bahaya-onyx-dengan-tingkat-radiasi-tertinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>467</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 22:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blackbox</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H &#8211; Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amal ibadah dan puasa Anda selama bulan suci ini membawa berkah. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Anda dalam menggunakan Layanan Gurfah Media.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H &#8211; Mohon Maaf Lahir dan Batin.<br />
Semoga amal ibadah dan puasa Anda selama bulan suci ini membawa berkah.</p>
<p>Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Anda dalam menggunakan Layanan Gurfah Media.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>293</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>infeksi laktosa</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/infeksi-laktosa/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/infeksi-laktosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 13:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi Laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[Lactosa]]></category>
		<category><![CDATA[laktosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[prooottt&#8230; suara kentut fathan membuat kami tertawa, kami pikir ini normal dan wajar layaknya kita yang sudah dewasa, ups.. ternyata kami salah, kentut aka buang angin dengan intensitas tinggi terutama setelah fathan mengkonsumsi susu yang berbahan dasar dari susu sapi ini menjadi gejala awal terjadinya infeksi lactosa. Gejala umum lain dari infeksi lactosa adalah diare [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>prooottt&#8230; suara kentut fathan membuat kami tertawa, kami pikir ini normal dan wajar layaknya kita yang sudah dewasa, ups.. ternyata kami salah, kentut aka buang angin dengan intensitas tinggi terutama setelah fathan mengkonsumsi susu yang berbahan dasar dari susu sapi ini menjadi gejala awal terjadinya infeksi lactosa.</p>
<p>Gejala umum lain dari infeksi lactosa adalah diare yang sangat encer, sakit pada bagian perut bayi. Gejala ini berlangsung selama 30-60 menit setelah bayi mengkonsumsi susu sapi atau susu formula yang berbahan dasar susu sapi seperti yang kami sebut diatas tadi.</p>
<p>Bila anda menduga bayi anda mengalami infeksi lactosa, seperti halnya kami segera berkonsultasi pada dokter anak atau ahli kesehatan karena gejala infeksi lactosa seperti diare, sakit perut, dan muntah juga dapat merupakan gejala penyakit lain. Dengan berkonsultasi dengan ahlinya, kita dapat mengetahui penyakit yang diderita bayi dengan jelas.</p>
<p>Penjelasan dokter cukup buat kami untuk segera bertindak &#8211; tentunya sesuai arahan dokter &#8211; mengganti sementara waktu susu &#8220;free lactosa&#8221; dan tentunya mengkonsumsi obat yang diberi oleh dokter.</p>
<p>Untuk lengkapnya tentang <a title="click for details" href="http://www.wyethindonesia.com/$$Infeksi%20Laktosa.html?menu_id=130&#038;menu_item_id=5" target="_blank">infeksi lactosa</a>, silahkan akses <a title="click for details" href="http://www.wyethindonesia.com/$$Infeksi%20Laktosa.html?menu_id=130&#038;menu_item_id=5" target="_blank">ini</a>. Semoga ini membantu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/infeksi-laktosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>258</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>memilih jajanan sehat saat berbuka puasa</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/memilih-jajanan-sehat-saat-berbuka-puasa/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/memilih-jajanan-sehat-saat-berbuka-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blackbox</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/2010/08/memilih-jajanan-sehat-saat-berbuka-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi tradisi setiap kali ramadhan, menyajikan berbagai hidangan lebih istimewa dari biasanya, hal yang benar-benar menggiurkan bukan?! Tapi kesehatan perlu diperhatikan, bagaimana kiat memilih kuliner sehat?!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah menjadi tradisi setiap kali ramadhan, menyajikan berbagai hidangan lebih istimewa dari biasanya, hal yang benar-benar menggiurkan bukan?! Tapi kesehatan perlu diperhatikan, bagaimana kiat memilih kuliner sehat?!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/08/memilih-jajanan-sehat-saat-berbuka-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>298</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stimulasi Penting di Masa Emas Anak</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/07/stimulasi-penting-di-masa-emas-anak/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/07/stimulasi-penting-di-masa-emas-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 03:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Age]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[ISTILAH golden age (masa emas), atau fase tumbuh kembang otak anak digunakan untuk menggambarkan betapa pentingnya masa tersebut. Pada masa emas, otak mengalami tumbuh kembang paling cepat dan paling kritis. Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan stimulus motorik dan psikis untuk perkembangan pun harus dipenuhi. Jika tidak, tumbuh kembang otak anak tidak akan optimal. Masa emas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ISTILAH golden age (masa emas), atau fase tumbuh kembang otak anak digunakan untuk menggambarkan betapa pentingnya masa tersebut. Pada masa emas, otak mengalami tumbuh kembang paling cepat dan paling kritis. Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan stimulus motorik dan psikis untuk perkembangan pun harus dipenuhi. Jika tidak, tumbuh kembang otak anak tidak akan optimal.</p>
<p>Masa emas tumbuh kembang otak terbagi menjadi dua, yaitu fase dalam kandungan, sejak mulainya konsepsi sampai kelahiran, fase usia 0 sampai 2-3 tahun. Agar tumbuh kembang otak anak dapat optimal, ada dua hal penting yang dapat dilakukan. Yaitu, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan, stimulus, baik stimulus motorik maupun psikis. Untuk itu, diperlukan pola asuh yang tepat untuk membentuk pola pikir, emosi, dan kepribadian anak.</p>
<p>Hanya saja dengan perkembangan zaman seperti saat ini, orangtua tidak lagi memiliki banyak waktu untuk mendidik anak. Karenanya, banyak orangtua yang merasa khawatir tidak bisa &#8220;membesarkan&#8221; anak secara optimal, sehingga mereka tidak dapat mengembangkan potensi anak-anak sepenuhnya.</p>
<p>Berlatarbelakang kondisi itu, susu pertumbuhan Frisian Flag 123/456 menyadari bahwa orangtua perlu mendapatkan informasi terkini dalam menerapkan pengasuhan terhadap anak-anak agar potensi mereka dapat berkembang optimal.</p>
<p>&#8220;Berbicara mengenai peran orangtua, memang multifungsi, tidak ada sekolah atau universitas untuk orangtua. Karena itu, sebaiknya orangtua harus sadar bahwa mereka harus proaktif, kritis menggali kemampuan. Smart Parents itu Smart Kids, semakin cerdas orangtua maka semakin bisa mempraktikkan kepada anaknya. Orangtua yang cerdas, anak juga cerdas,&#8221; tutur Niken Mahastuti, Brand Manager Frisian Flag 123/456 saat seminar &#8220;Orangtua Gali Potensi Anak pada Golden Age&#8221; di UpperRoom, Annex Building, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/2010).</p>
<p>Sebagai mitra orangtua dalam pengasuhan anak balita, Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123/456 secara konsisten kembali mengadakan Smart Parents Conference (SPC) yang merupakan wadah bagi orangtua mendapatkan bekal pengetahuan pengasuhan anak terkini untuk tumbuh kembang anak yang optimal.</p>
<p>Dengan mengusung tema &#8220;Gali Potensinya untuk Masa Depan Golden Years&#8221; yang optimal diadakan di tiga kota, yaitu Yogyakarta yang telah berlangsung pada 17-18 Juli di Jogya Expo dan diikuti sekitar 800 peserta, serta akan berlangsung di Surabaya pada 24-25 JUli di Hotel Bumi Surabaya, dan berakhir di Jakarta pada 31 Juli-1 Agustus 2010 di Balai Sidang Convention Center yang menghadirkan 12 ahli di bidang berbeda.</p>
<p>&#8220;Dengan respons dan masukan yang luar biasa dari konsumen, tahun ini bisa menyelenggarakan SPC di tiga kota, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah interaksi antara orangtua dengan berbagai pakar di bidang nutrisi, edukasi, psikologi, dan kesehatan anak sehingga orangtua dapat memperkaya pengetahuan secara terus menerus karena SPC memang berfokus khusus pada orangtua yang ingin mencerdaskan balita mereka,&#8221; papar Niken.</p>
<p>Salah satu stimulasi yang bisa diberikan orangtua terhadap buah hatinya adalah, memberi contoh perilaku yang baik, mendampingi anak saat menonton televisi, memberi bacaan mendidik, hingga pelajaran seks sejak dini.</p>
<p>Sani B Hermawan Psi, psikolog anak yang membawa materi tentang &#8220;Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Anak Soal Seks&#8221; mengatakan, &#8220;Zaman sekarang anak-anak mudah sekali terekspos dengan informasi terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih akan banyak rentetan pertanyaan yang diajukan anak yang akan membuat orangtua terkejut dan tidak siap untuk menjawabnya. Misal dalam menjawab pertanyaan mengenai seks. Oleh sebab itu, orangtua harus belajar menjawab pertanyaan sesuai usia dan pemahaman anak.&#8221;</p>
<p>Lantas, kapan orangtua bisa memberikan stimulasi kepada buah hatinya? Menurut Dr Tria Rosemiarti, FFI Nutritional Manager, stimulasi yang tepat di masa emas anak akan lebih optimal jika dilengkapi dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.</p>
<p>&#8220;Fase pertumbuhan anak dimulai sejak 28 hari pertama (masa pertumbuhan otak). Struktur otak dan fungsinya secara permanen dipengaruhi oleh asupan gizi sejak awal, jijka kekurangan nutrisi pada masa Golden Period, maka akan terjadi dampak negatif yang permanen pada perkembangan kecerdasan anak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Senada dengan Dr Tria Bobby Hartanto Mpsi, Brain Based Stimulation mengungkapkan, orangtua memiliki andil yang sangat besar untuk membantu mengoptimalkan masa emas anak.</p>
<p>&#8220;Golden years pada anak-anak merupakan masa yang penting untuk perkembangan otak. Tentunya agar otak berkembang dan mampu mengolah informasi secara optimal, orangtua harus memahami cara anak belajar, menyerap, dan mengolah informasi agar dapat memberikan stimulasi yang tepat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Stimulasi pada anak, akan menciptakan anak yang cerdas, tumbuh kembang dengan optimal, mandiri, serta memiliki emosi yang stabil, dan mudah beradaptasi. Dan, salah satu langkah untuk memberikan stimulasi pada anak ialah, gerakan.</p>
<p>&#8220;Dengan prinsip utama &#8216;Gerakan sebagai pintu gerbang belajar&#8217;, Brain Gym menghadirkan gerakan-gerakan terintegrasi yang sederhana dan menyenangkan yang bertujuan untuk mengoptimalisasi perkembangan otak, sehingga potensi yang ada dapat ditarik keluar, khususnya di usia emas balita. Kondisi otak yang optimal membuat proses belajar lebih mudah dan menghilangkan hambatan belajar,&#8221; tandas Instruktur Brain Gym berlisensi internasional Ike R Sugianto Psi.</p>
<p>sumber : <a href="http://news.id.msn.com/okezone/lifestyle/article.aspx?cp-documentid=4233928" target="_blank">MSN ID</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/07/stimulasi-penting-di-masa-emas-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>857</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>101 Seluk Beluk Muntah</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/101-seluk-beluk-muntah/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/101-seluk-beluk-muntah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 03:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[muntah]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Jika si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit? JIKA si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit? Simak penjelasan dr. Rahmadi Lam, SpA dari Rumah Sakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jika si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit?</strong></p>
<p>JIKA si kecil muntah, tentu Moms jadi khawatir, ya? Berbagai pertanyaan pun hinggap di benak Moms. Anakku salah makan, kekenyangan, atau pertanda penyakit? Simak penjelasan dr. Rahmadi Lam, SpA dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta mengenai seluk beluk muntah.</p>
<p><strong>Dua penyebab</strong><br />
Rupanya, ada dua kategori besar penyebab muntah. Pertama, muntah organik. Kedua, muntah non-organik. &#8220;Muntah organik disebabkan karena adanya suatu kelainan pada sistem organ tubuh. Sedangkan muntah yang bersifat non-organik tanpa adanya kelainan di organ tubuh, contohnya karena kekenyangan atau psikogenik (psikologi),&#8221; ujar Dokter ramah ini.</p>
<p>Nah, muntah pada bayi dapat diindikasikan karena adanya suatu penyakit di dalam tubuh bayi. &#8220;Hampir sebagian besar kasus muntah yang datang ke poliklinik rawat jalan adalah muntah organik atau adanya sebuah penyakit. Hanya sebagian kecil muntah yang non-organik,&#8221; tambah dr. Rahmadi.</p>
<p><strong>Kenali bentuk, warna dan isi muntah</strong><br />
&#8220;Dalam literatur, muntah juga dapat dilihat dari sifat muntah tersebut yaitu muntah yang proyektil (menyemprot) atau non-proyektil (tidak menyemprot). Dan ada juga literatur yang melihat muntah berdasarkan karakteristik warna isi muntah, apakah berwarna hijau (bilus) atau tidak (non-bilus),&#8221; jelas dr. Rahmadi, SpA.</p>
<p>Nah, ternyata isi muntah yang telah keluar serta sifat muntah yang menyemprot atau tidak, dapat menggambarkan sebagian besar penyebab dari penyakit yang diderita. Berikut beberapa warna muntah dengan indikasinya:</p>
<p>Warna merah kehitaman. Bisa diduga muntah berasal dari lambung yang mengalami iritasi dan mengeluarkan darah. Darah yang bercampur dengan asam lambung akan membuat warna menjadi merah kehitaman.</p>
<p>Warna merah segar. Mengindikasikan adanya luka pada daerah lambung ke atas misalnya esofagus, mulut atau hidung.</p>
<p>Warna hijau. Mengindikasikan adanya kegawatdaruratan medik. Jika muntah berwarna hijau terjadi, Moms harus segera membawa bayinya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Itu adalah suatu tanda bahwa muntah tersebut diakibatkan oleh adanya obstruksi (penyumbatan) di saluran pencernaan. Tentu hal ini harus jadi perhatian. &#8220;Segeralah membawa bayi ke rumah sakit atau ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan seksama,&#8221; tegas dr. Rahmadi.</p>
<p><strong>Muntah akibat kekenyangan</strong><br />
Bayi muntah karena kekenyangan makanan atau susu bisa saja terjadi. Pasalnya, lambung bayi itu kecil. Nah, kini Moms tak perlu bingung membedakan muntah akibat kekenyangan atau karena suatu penyakit.</p>
<p>&#8220;Muntah karena kekenyangan umumnya terjadi pada bayi yang awalnya memang sehat, baru terjadi muntah setelah minum susu secara berlebihan serta sifatnya tidak menyemprot dan tidak berwarna hijau. Sedangkan muntah yang disebabkan oleh penyakit didasari oleh adanya penyakit pada bayi, sebagai contoh adanya demam, batuk, diare, perut kembung serta bayinya rewel,&#8221; jelas dr. Rahmadi.</p>
<p>Namun demikian, bila Moms merasa tidak yakin, hendaknya semua muntah harus diwaspadai dan dicurigai sebagai muntah yang didasari oleh adanya penyakit. &#8220;Karena hampir sebagian muntah terjadi karena adanya kelainan organik, maka kita semua harus mencurigai itu sampai dibuktikan melalui pemeriksaan oleh dokter,&#8221; papar dr. Rahmadi lagi.</p>
<p><strong>Dampak muntah</strong><br />
Muntah dapat terjadi pada siapa pun. Namun jika terjadi cukup sering pada bayi, bisa menyebabkan kehilangan cairan, elektrolit dan nutrient yang cukup signifikan yang pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi dan terganggunya pertumbuhan si kecil.</p>
<p><strong>Tip cegah bayi muntah</strong><br />
Tidak memberikan susu pada bayi ketika ia menangis. Tenangkan dulu si kecil agar tidak tersedak dan muntah.Ketika minum ASI hendaknya Moms melakukannya dalam suasana yang nyaman dan tenang.</p>
<p>Selesai makan atau minum susu, bayi harus dibantu bersendawa. Caranya, topang tubuh bayi dengan tangan kiri Moms berada di kepalanya dan tangan kanan di punggung bayi. Lalu sandarkan tegak di pundak atau dada Moms. Kemudian lakukan tepukan ringan pada punggung bayi selama lima sampai sepuluh menit hingga bayi bersendawa.</p>
<p><em>Jangan mengayun-ayun bayi setelah ia makan atau minum susu.</em></p>
<p><strong>Saat bayi muntah, Moms harus&#8230;</strong><br />
Bila bayi sedang dalam posisi berbaring, segera secepat mungkin mengangkat bayi dan letakkan pada pundak kemudian lakukan usapan atau tepukan ringan pada punggung bayi. Cara ini membantu untuk menghindari risiko bayi tersedak oleh susu yang keluar melalui mulut.</p>
<p>Cara sederhana lainnya adalah dengan memiringkan tubuh bayi ke samping kiri atau kanan sambil mengusap-usap punggung bayi sampai muntah berhenti.</p>
<p>Segera bersihkan sisa muntah di mulut si kecil dengan lap basah atau kering.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/101-seluk-beluk-muntah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>511</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapkan 40 Bungkus Mi Instan!</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/siapkan-40-bungkus-mi-instan/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/siapkan-40-bungkus-mi-instan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 09:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[masa idah]]></category>
		<category><![CDATA[pasca bersalin]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Itu sekadar guyonan yang sering dibisikkan ke (calon) ayah baru. “Siapkan 40 bungkus mi siap saji. Lalu makanlah sebungkus setiap hari. Begitu persediaan mi habis, artinya si suami sudah boleh melakukan hubungan intim lagi dengan istrinya yang baru melahirkan.” Mengapa 40 hari? Sewaktu hamil, rahim membesar. Setelah bayi lahir, otomatis rahim mengecil. “Nah, setelah proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itu sekadar guyonan yang sering dibisikkan ke (calon) ayah baru.</p>
<p>“Siapkan 40 bungkus mi siap saji. Lalu makanlah sebungkus setiap hari. Begitu persediaan mi habis, artinya si suami sudah boleh melakukan hubungan intim lagi dengan istrinya yang baru melahirkan.”</p>
<p><strong>Mengapa 40 hari?</strong><br />
Sewaktu hamil, rahim membesar. Setelah bayi lahir, otomatis rahim mengecil. “Nah, setelah proses kelahiran itu pembuluh darah belum menutup sempurna. Kalau melakukan hubungan intim, takutnya infeksi bisa masuk lewat pembuluh darah tadi,” terang dr. Boy Abidin, Sp.OG.</p>
<p>Setelah 40 hari pasca-kelahiran, organ reproduksi dianggap sudah pulih seperti sediakala. Ranjang pun boleh digoyang lagi.</p>
<p><strong>Hati-hati Suami yang “Jajan”</strong><br />
Bagi sebagian suami, kehamilan istrinya sering menjadi persoalan dalam pemenuhan kebutuhan biologis. Banyak calon ayah yang mampu menahan diri dengan pelepasan hasrat seksual tanpa bersetubuh, baik dilakukan sendiri maupun dengan bantuan istri. Namun banyak pula suami yang berpaling ke wanita lain, entah pekerja seks komersial (PSK) atau wanita idaman lain (WIL). Ada beberapa alasan mengapa suami memilih cara terakhir ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, istri menolak berhubungan intim sebab baginya kehamilan adalah sebuah beban. Apalagi disertai dengan beberapa komplikasi seperti muntah yang berat, kelelahan hebat, dan meningkatnya tekanan darah. Atau, kelelahan terasa meningkat selama tiga bulan terakhir masa kehamilan, yang berakibat dorongan seksual dan reaksi seksual menurun.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, di mata suami, perubahan bentuk tubuh sang istri yang terjadi selama kehamilan mengurangi daya tarik fisiknya. Ketiga, timbulnya perasaan takut mengganggu kesehatan istri yang sedang hamil dan bayi di dalam rahim. Apapun alasannya, yang jadi masalah adalah jika sang suami membawa penyakit menular seksual (PMS).</p>
<p>Jika istri tertular PMS, mau tidak mau istri harus segera diobati. “Kalau kehamilan masih muda, kan berisiko. Untuk pengobatannya pun dipilih obat yang aman bagi bayi. Biasanya, kita pilih obat yang masuk melalui vagina. Kalau lewat oral ‘kan sistemik, menyebar ke seluruh tubuh, sedangkan vaginal sifatnya lokal,” ujar dr. Boy. Tapi suami tetap harus diobati juga.</p>
<p>sumber : Kompas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/siapkan-40-bungkus-mi-instan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>456</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Lebih Sehat Dengan Pijatan</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/bayi-lebih-sehat-dengan-pijatan/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/bayi-lebih-sehat-dengan-pijatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 06:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[pijat]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Pijatan pada bayi, ternyata tak hanya dilakukan pada saat ia rewel atau pascajatuh saja. Menurut Dr. Tiffany Fiel pendiri The Touch Research Institute, Florida-USA, pijatan yang diberikan pada si kecil setiap hari selama 20 menit selama sebulan ternyata tak hanya dapat membuatnya lebih relaks, tapi juga dapat membantu menstimulasi saraf otaknya. Apakah pijat bayi itu? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pijatan pada bayi, ternyata tak hanya dilakukan pada saat ia rewel atau pascajatuh saja. Menurut Dr. Tiffany Fiel pendiri The Touch Research Institute, Florida-USA, pijatan yang diberikan pada si kecil setiap hari selama 20 menit selama sebulan ternyata tak hanya dapat membuatnya lebih relaks, tapi juga dapat membantu menstimulasi saraf otaknya.</p>
<p><strong>Apakah pijat bayi itu?</strong><br />
Biasa juga disebut dengan stimulus touch. Sejak dilahirkan, bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu; kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik serta motoriknya. Kebutuhan emosi kasih sayang untuk kecerdasan emosi, inter dan intrapersonalnya. Serta kebutuhan stimulasi untuk merangsang semua kerja sistem sensorik dan motoriknya.<br />
<strong><br />
Manfaat utama</strong></p>
<ol>
<li><strong>Mengembangkan komunikasi -</strong> Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang Anda miiki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggambungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah yang lain.</li>
<li><strong>Mengurangi stres dan tekanan -</strong> Pijatan dapat menenangkan dan menurunkan produksi hormon adrenalin yang selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Umumnya daya tahan tubuh bayi meningkatkan 30% setelah dipijat 2 kali selama 15 menit.</li>
<li><strong>Mengurangi gangguan sakit</strong> &#8211; Memijat juga dapat membantu bayi mengusir gejala kembung, kolik serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi udara di perut sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak di sana.</li>
<li><strong>Mengurangi nyeri</strong> &#8211; Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitosin dan endorfin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi.</li>
</ol>
<p><strong>Manfaat Pijat Bayi untuk orang tua:<br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong>Meningkatkan Asi</strong> &#8211; Pijatan membuat bayi cepat merasa lapar karena penyerapan makanan lebih baik. Akibatnya bayi lebih sering menyusu. Semakin sering diminta, ASI yang diproduksi semakin banyak.</li>
<li><strong>Memahami isyarat bayi</strong> &#8211; Bayi memiliki bahaya isyarat untuk menunjukkan keinginannya, misalnya melalui bahasa mata atau isyarat badan. Pijat bayi yang dilakukan rutin 2 kali sehari membantu orang tua memahami keinginan bayi melalui isyarat yang diberikan.</li>
<li><strong>Meningkatkan percaya diri</strong> &#8211; Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini mampu menguasai keadaan dan membantu orang tua lebih percaya diri untuk merawat si kecil.</li>
<li><strong>Memahami kebutuhan si kecil</strong> &#8211; Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang-ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah.</li>
</ol>
<p><strong>Kapan waktu yang tepat?<br />
</strong>Usia yang paling baik untuk memperkenalkan pijatan adalah pada saat bayi berusia 0 sampai 12 bulan. Sedangkan waktu yang paling baik untuk memijat adalah pagi hari sehingga pada malam harinya si kecil dapat tertidur dengan lelap<strong></strong></p>
<p><strong>Hal-hal yang perlu diperhatikan<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jangan memijat bayi setelah ia makan atau mengantuk.</li>
<li>Cobalah membuat suasana senyaman mungkin, lakukan dalam suasana menyenangkan dengan diiringi suara musik atau senandung.</li>
<li>Tidak dianjurkan pemijatan langsung sehabis makan, membangunkan bayi untuk dipijat, memijat bayi saat tidak begitu sehat, dan memaksakan posisi tertentu ketika memijat.</li>
</ul>
<p><strong>Teknik memijat<br />
</strong>Memberikan pijatan pada si kecil, tak melulu harus dengan bantuan tukang pijit bayi. Anda pun bisa melakukannya sendiri di rumah. Asal Anda memahami betul ‘rambu-rambunya’ serta ‘aturan mainnya’ maka manfaat pijatan yang Anda berikan bisa dirasakan secara maksimal oleh bayi Anda.</p>
<p>Ada beberapa lokasi pada tubuh bayi yang dianjurkan untuk diberikan pijatan, yaitu wajah, dada, perut, tangan dan kaki serta punggung.</p>
<ol>
<li><strong>Pijatan wajah</strong>. Melemaskan otot wajah. Caranya, tekankan jari-jari Anda pada kening, pelipis dan pipi bayi (posisi dan tekanan sama seperti saat Anda menekan tombol keyboard komputer). Kemudian gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.</li>
<li><strong>Pijatan dada</strong>. Memperkuat paru-paru dan jantung. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.</li>
<li><strong>Pijatan perut</strong>. Meningkatkan sistem pencernaan dan kurangi sembelit. Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.</li>
<li><strong>Pijatan pada tangan dan kaki</strong>. Meredakan ketegangan dan menguatkan tulang. Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.</li>
<li><strong>Pijatan punggung</strong>. Menguatkan otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.</li>
</ol>
<p>sumber : www.conectique.com &amp; www.hypno-birthing.web.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/bayi-lebih-sehat-dengan-pijatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>513</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Hal Penting Saat Merawat Bayi</title>
		<link>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/13-hal-penting-saat-merawat-bayi/</link>
		<comments>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/13-hal-penting-saat-merawat-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 06:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[rawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aulya.fadla.or.id/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Merawat bayi memang tidak gampang. Di sini ada beberapa hal yang bisa dicermati orangtua berkaitan dengan upaya merawat bayi, agar proses tumbuh kembangnya berjalan optimal. 1. Taruh bayi di dada saat lahir Menurut Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K), bayi yang baru lahir sebaiknya segera ditaruh di dada ibu. “Jangan dimandikan dulu,” ujar dokter dari Klinik Anakku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merawat bayi memang tidak gampang. Di sini ada beberapa hal yang bisa dicermati orangtua berkaitan dengan upaya merawat bayi, agar proses tumbuh kembangnya berjalan optimal.</p>
<p><strong>1. Taruh bayi di dada saat lahir</strong><br />
Menurut Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K), bayi yang baru lahir sebaiknya segera ditaruh di dada ibu. “Jangan dimandikan dulu,” ujar dokter dari Klinik Anakku ini. Dalam video yang pernah dipresentasikan oleh konsultan laktasi, Dr. Utami Roesli, Sp.A(K), ICBLC, bayi akan mencari puting ibu sesaat setelah lahir dan diletakkan di dada. Pada waktu itu pula, bayi akan menyedot ASI meski ASI belum keluar. Isapan bayi ini justru akan merangsang produksi ASI. Bayi yang tidak menyedot ASI dalam 30 menit pertama setelah lahir, kapasitas menyusunya akan turun.</p>
<p><strong>2. Tidak membuang ASI pertama yang keluar</strong><br />
Warna kuning yang keluar dari ASI pertama kali tidak boleh dibuang. ASI yang disebut kolostrum ini mengandung protein dan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang akan melindungi bayi, sehingga lebih kuat menghadapi penyakit.</p>
<p><strong>3. Tidak ada ASI basi</strong><br />
“Tak seperti susu formula, ASI tidak pernah basi,” ujar Dr. Caroline Mulawi, Sp.A(K). Ibu yang karena sesuatu hal tidak bisa menyusui bayinya dalam beberapa waktu, tak perlu ragu untuk menyusui bayinya lagi. Kualitas ASI yang diberikan pada saat itu sama baiknya seperti yang keluar pertama kali.</p>
<p><strong>4. Bayi yang diberi ASI lebih mudah lapar<br />
</strong>Sifat ASI yang mudah dicerna membuat bayi lebih cepat lapar. Bayi yang mendapat ASI akan minum lebih sering sekitar 1-3 jam sekali. Bila berat badan bayi yang diberi ASI terus bertambah, menjadi pertanda bayi sudah cukup mendapat makanan. Jangan memberikan makanan padat sebelum waktunya, agar tak menimbulkan sumbatan pada usus yang bisa berakibat fatal. Sistem pencernaan bayi belum sempurna hingga ia berusia 4 bulan.</p>
<p><strong>5. Tidak merebus ASI yang disimpan</strong><br />
Ibu yang bekerja dapat memeras ASI dan menyimpannya dalam botol steril. Setiap botol ASI itu hendaknya ditulis tanggal dan jam pemerasan. ASI yang disimpan dalam freezer bisa bertahan antara 2 minggu hingga 4 bulan. Pada suhu kamar ASI bertahan selama 4-8 jam, sedangkan dalam lemari pendingin bertahan sekitar 24-48 jam.</p>
<p>Pemberian ASI dilakukan dengan metode first in first out. ASI yang masuk lemari pendingin atau freezer terlebih dulu, itulah yang harus keluar lebih dulu. Saat hendak diberikan, ASI jangan dipanaskan dengan pemanas atau microwave karena zat yang terkandung dalam ASI bisa rusak. Untuk ASI yang berada dalam lemari pendingin, sebaiknya rendam botol dalam wadah berisi air hangat sampai ASI tidak terasa dingin lagi. Baru diberikan pada bayi. Sementara untuk ASI yang disimpan dalam freezer, hendaknya dipindahkan terlebih dulu ke lemari pendingin hingga mencair. Setelah itu baru dihangatkan dalam wadah berisi air hangat.<br />
<strong><br />
6. Bayi menangis</strong><br />
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Bayi menangis tak melulu karena lapar. Bisa jadi karena popoknya basah akibat pipis atau buang air besar. Bisa juga karena posisi saat menyusu yang tidak benar, sehingga tidak memperoleh ASI dalam jumlah yang tepat.</p>
<p>Tangisan bayi, menurut Dr. Caroline dari RS Omni Medical Center, juga bisa menjadi pertanda ia sakit. Pada 2-3 bulan pertama misalnya, bayi sering menderita kolik atau sakit perut yang tidak diketahui penyebabnya. “Biasanya gejala itu berkurang setelah usia tiga bulan,” ujarnya. Bisa pula tangisan itu karena demam. Kalau itu yang terjadi, segera bawa bayi ke dokter.</p>
<p>Menangis pun dapat menjadi cara bayi menarik perhatian orang lain, terutama ibu dan ayahnya. Mungkin ia ingin mendapat dekapan dan kasih sayang dari orangtua. Hendaknya orangtua tidak membiarkan bayi menangis terlalu lama karena bayi akan menjadi lelah dan kemampuan menyusunya berkurang. Si ibu juga bisa frustrasi dan kesal, sehingga dapat berakibat buruk bagi perkembangan psikologis bayi.</p>
<p>Saat bayi menangis, ibu atau ayah bisa menggendong dan menimangnya sambil bersenandung, menaruhnya di kereta bayi, lalu ajaklah jalan-jalan di luar kamar, atau putarkan musik lembut. Kalau ibu sedang lelah, minta pengasuh atau orang lain membantu menggendong bayi. Sebab, semakin kesal dan frustrasi sang ibu, bayi akan semakin gelisah dan menangis lebih keras.</p>
<p><strong>7. Timang bayi</strong><br />
Hingga saat ini masih terdengar persepsi keliru, sehingga muncul saran untuk tidak sering-sering menggendong bayi. Khawatir nanti “bau tangan” dan bayi menjadi manja. Hal ini tidak benar. Justru banyak penelitian mengungkapkan, bayi yang segera mendapat perhatian sesaat setelah menangis, entah dengan ditimang maupun didekati, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara emosional. Ia pun nantinya menjadi orang mandiri serta lebih percaya diri.</p>
<p>Sebaliknya, bayi-bayi yang tidak mendapat perhatian dan dibiarkan menangis terlalu lama, saat dewasa akan menjadi pribadi yang kurang mandiri, peragu, atau tidak mempunyai kepercayaan diri yang kuat.</p>
<p><strong>8. Kompres air hangat</strong><br />
Memberikan minum lebih sering sangat membantu menurunkan demam ditambah obat penurun demam. Kompres untuk bayi lebih baik jika dengan air hangat. Dijelaskan Dr. Caroline, beberapa penelitian menunjukkan, kompres hangat lebih bermanfaat dalam menurunkan demam dibandingkan kompres air dingin. Jangan mengompres dengan alkohol karena khawatir keracunan. Bila demam masih berlanjut dan bertambah tinggi segera bawa bayi ke dokter.</p>
<p><strong>9. Bayi sering buang air besar</strong><br />
Bayi yang memperoleh ASI awalnya fesesnya cenderung agak cair dan seperti berbiji-biji. Frekuensinya pun bisa 4-6 kali sehari. Namun, pada usia 1-2 bulan, frekuensinya bisa berkurang hingga 4-6 hari sekali. Tidak perlu khawatir akan kondisi tersebut selama bayi tetap tenang, tidak rewel, perut tidak kembung, tidak muntah terus-menerus, dan feses tidak keras. Kondisi ini dikarenakan ASI lebih banyak diserap usus dan perlu waktu lebih lama untuk dikeluarkan sebagai feses.</p>
<p>Feses bayi usia 2-3 bulan akan mulai berampas. Baru pada usia di atas 4 bulan, feses mulai berbentuk. Yang penting, tambah Dr. Caroline, feses bayi tidak berubah bentuk menjadi cair tanpa ampas atau disertai darah. Bila ini yang terjadi, bayi harus segera dibawa ke dokter. Begitu pula bila bayi tidak BAB lebih dari 6 hari.</p>
<p><strong>10. Perhatikan hal-hal kecil<br />
</strong>Di usia dua bulan, bayi bisa merespon dengan baik saat diajak bicara oleh ibu atau ayahnya. Di usia tiga bulan, saat kedua tangan bayi diangkat secara perlahan hingga badan ikut terangkat, lehernya harus ikut terangkat. “Bila leher bayi tidak ikut terangkat sudah harus dicurigai adanya ketidaknormalan,” ujar Dr. Hardiono. Pada usia tiga bulan bayi sudah tidak mengepal tangan. Bila di usia 4 bulan tangan bayi masih mengepal, 90 persen mengindikasikan adanya masalah.</p>
<p>Gejala klasik autis juga bisa dilihat dari hal-hal kecil. Contohnya, bayi tidak merespon saat diajak bicara, suka memukul-mukul kepala, ukuran kepala cenderung lebih besar, batita membalik mobil-mobilan lalu memutar ban hingga berkali-kali, dan asyik dengan dunianya sendiri. Autis terjadi karena kurangnya serotonin yang merupakan neurotransmitter pada otak. Bila diketahui dan diterapi sejak dini, di bawah usia 2 tahun, hasilnya akan baik. Akan lebih sulit bila baru diketahui pada usia 5 tahun, karena sel saraf sudah tidak tumbuh lagi.</p>
<p><strong>11. Berat badan harus naik</strong><br />
Bayi harus dipantau berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala. Hasil pantauan tersebut bisa dibandingkan dengan saudara sekandung pada usia yang sama atau anak lain yang sebaya. Bayi yang tetap kurus tidak perlu dikhawatirkan selama berat badannya terus naik.</p>
<p>Mungkin saja posturnya memang kecil. Akan menjadi masalah bila berat badan bayi tidak naik dan memotong dua garis persentil dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Itu bisa menjadi indikasi adanya masalah atau penyakit yang diderita bayi, misalnya kondisi kurang gizi.</p>
<p><strong>12. Tak selalu harus ke dokter<br />
</strong>Orangtua, dikatakan Dr. Hardiono, sering membawa bayi ke dokter saat mengalami penyakit ringan. Bayi batuk, pilek, atau diare ringan, tidak harus dibawa ke dokter. “Karena 60-80 persen sakit yang terjadi pada bayi maupun anak-anak bisa sembuh. Juga tak harus selalu diobati dengan antibiotik bila hanya sakit batuk-pilek biasa,” katanya.</p>
<p><strong>13. Imunisasi sesuai jadwal</strong><br />
Imunisasi diperlukan untuk memberikan kekebalan bagi bayi. Dengan imunisasi, 2,7 persen kematian per tahunnya bisa dicegah. Beberapa penyakit penting dapat dicegah lewat imunisasi seperti difteri, pertusis, tetanus, polio, meningitis, pneumonia, Hib, serta hepatitis. Sejauh ini, dikatakan Dr. Hardiono, pneumonia menjadi penyebab kematian anak terbanyak di dunia, diikuti AIDS, diare, TBC, malaria, dan campak.</p>
<p>Vaksin dasar yang diberikan kepada bayi adalah DPT, polio, hepatitis, Hib, campak, dan BCG. Rentang waktu vaksinasi adalah dua bulan karena lebih meningkatkan kekebalan. Efek dari vaksin dasar seperti demam tinggi, kejang, bengkak maupun syok, masih menjadi sumber kekhawatiran orangtua.</p>
<p>Saat ini sudah ada vaksin kombinasi 5 in 1 yaitu difteri, pertusis, tetanus, polio, dan Hib. Vaksin kombinasi mengurangi suntikan pada bayi. Dengan vaksin kombinasi bayi jarang demam, kalaupun demam tidak terlalu tinggi, jarang bengkak, dan kejang pun berkurang. Tak perlu khawatir, vaksin baru saat ini sudah tidak mengandung merkuri.</p>
<p>sumber :  www.gayahidupsehatonline.com &amp; www.hypno-birthing.web.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aulya.fadla.or.id/2010/05/13-hal-penting-saat-merawat-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>891</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

